Minggu, 10 Mei 2020

Penyajian Data (Bagian I)

A. Data
1. Pengertian Data
Data adalah kumpulan dari suatu datum. Dimana datum adalah keterangan atau informasi yang diperoleh dari suatu obyek/kejadian atau narasumber.

2. Macam-macam Data
Menurut As’ari, dkk. (2020) menuru cara pengumpulan data, data terbagi menjadi dua jenis, antara lain:
a. Data primer
Data primer adalah data yang didapat secara langsung dari sumbernya.
Contoh:

  • Data banyak anggota keluarga didapatkan dari salah satu anggota keluarga itu langsung.
  • Data mata pelajaran yang disukai didapatkan dari angket yang diisi oleh siswa sendiri.
  • Data tinggi badan didapatkan dengan pengukuran tinggi badan secara langsung.
  • Data skunder

b. Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung atau data yang bukan didapat dari sumber tapi dari pihak lain.
Contoh:

  • Data nilai kurs rupiah diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik).
  • Data banyaknya siswa SMP dalam satu kota/kabupaten diperoleh dari Dinas Pendidikan.
  • Data banyaknya penduduk pada satu desa diperoleh dari informasi di kelurahan setempat.

3. Pengumpulan Data
Menurut As’ari, dkk. (2020) ada tiga cara pengumpulan data seperti di bawah ini:
a. Wawancara (interview) : cara mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada narasumber.
Contoh :
Data tentang mata pelajaran yang disukai oleh siswa kelas VII.1 dan VII.2 dapat dikumpulkan dengan memberikan beberapa pertanyaan secara langsung kepada siswa kelas VII.1 dan VII.2.

b. Kuesioner (angket) : cara mengumpulkan data dengan memberikan beberapa daftar pertanyaan untuk dijawab secara langsung dan jujur oleh narasumber.
Contoh:
Data tentang acara televisi yang disukai dan tidak disukai pada jam tertentu oleh masyarakat di wilayah RT 5 dapat dikumpulkan dengan membuat angket berisi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan acara televisi yang disukai dan tidak disukai pada jam tertentu.

c. Observasi (pengamatan) : cara mengumpulkan data dengan mengamati suatu obyek atau kejadian.
Contoh:
Data tentang tinggi badan dan berat badan siswa dalam satu kelas dapat dikumpulkan dengan melakukan pengamatan dari kegiatan pengukuran tinggi dan berat badan masing-masing siswa dalam satu kelas.

B. Penyajian Data
1. Tabel
a. Tabel Baris Kolom
Tabel baris kolom adalah penyajian data dalam bentuk tabel dengan susunan baris dan kolom yang saling berhubungan. Sebenarnya tabel baris dan kolom terdiri dari tiga jenis, antara lain: tabel satu arah, tabel dua arah, dan tabel tiga arah. Pada pembelajaran kali ini kita hanya akan berfokus pada tabel satu arah.
Contoh tabel baris kolom:
Tabel 1. Penjualan Mobil Perusahaan X Periode Tahun 2014 – 2018


b. Tabel Kontingensi
Tabel Kontingensi adalah suatu bentuk tabel yang digunakan untuk data yang memiliki dua faktor atau dua variabel. Saat satu faktor terdiri dari b kategori dan lainnya terdiri atas k kategori, maka dapat dibuat suatu tabel kontingensi berukuran b x k dengan b menyatakan baris dan k menyatakan kolom.
Contoh Bentuk Tabel Kontingensi:


c. Tabel Distribusi Frekuensi
Tabel distribusi frekuensi adalah suatu tabel yang digunakan untuk menyajikan data yang dibagi ke dalam beberapa kelas / kelompok.
Contoh Bentuk Tabel Distribusi Frekuensi:

2. Diagram Batang
Diagram batang seringkali digunakan untuk menggambarkan perkembangan nilai suatu objek dalam kurun waktu tertentu. Data yang cocok disajikan dengan diagram ini adalah data yang variabelnya berbentuk kategori atau bisa juga berupa data tahunan.
Pada diagram batang terdapat sumbu datar yang menyatakan kategori atau waktu, dan sumbu tegak untuk menyatakan nilai data. Sumbu tegak maupun sumbu datar dibagi menjadi beberapa skala bagian yang sama.
Contoh Bentuk Diagram Batang:


C. Contoh Soal
1. Setelah dilakukan penilaian pada Hasil Evaluasi Tengah Semester Mata Pelajaran Matematika di kelas 7A. Diketahui siswa memperoleh beberapa nilai berbeda seperti yang terlihat pada data di bawah ini:

Sajikanlah data nilai Matematika kelas 7A ke dalam bentuk tabel kolom dan baris! Perlihatkan berapa banyak siswa yang mendapat nilai 70, 75, 80, 85, 90, 95, dan 100!
Penyelesaian:
a. Data terlebih dahulu berapa banyak siswa yang mendapatkan nilai 70, 75, 80, 85, 90, 95, dan 100!
70 : 3
75 : 6
80 : 7
85 : 9
90 : 8
95 : 4
100 : 3

b. Sajikan data yang sudah dibuat ke dalam tabel Nilai Matematika kelas 7A!


2. Diketahui data Nilai UN tertinggi di Kota X pada setiap pelajaran di tahun 2017 – 2019 adalah sebagai berikut:

  • Pada tahun 2017:

Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia adalah 90.
Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran Matematika adalah 91.
Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris adalah 87.
Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran IPA adalah 95.

  • Pada tahun 2018:

Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia adalah 93.
Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran Matematika adalah 92.
Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris adalah 89.
Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran IPA adalah 93.

  • Pada tahun 2019:

Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia adalah 92.
Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran Matematika adalah 95.
Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris adalah 89.
Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran IPA adalah 92.

Sajikan data nilai UN tertinggi di Kota X pada setiap Mata Pelajaran itu ke dalam bentuk tabel kontingensi dengan mata pelajaran yang mengisi kategori kolom dan tahun yang mengisi kategori baris!
Penyelesaian:
a. Analisis terlebih dahulu ukuran tabel kontingensi yang ingin dibuat:

  • Karena diminta tabel kontingensi dengan mata pelajaran yang mengisi kategori kolom, maka banyak kolom dari tabel tersebut adalah 4 (Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, IPA).
  • Sedangkan kategori baris diisi oleh tahun, maka banyak baris dari tabel tersebut adalah 3 (2017, 2018, dan 2019).

b. Buat tabel sesuai dengan banyak baris dan kolom yang sudah dianalisis sebelumnya:


3. Jika diketahui data nilai ulangan harian dari 20 siswa adalah sebagai berikut.

Susunlah data tersebut dalam tabel distribusi frekuensi!
Penyelesaian:
a. Tentukan range dari data pengamatan, dan gunakan data terkecil sebagai sebagai batas bawah kelas pertama.
Range (R) = Data Terbesar – Data Terkecil
R = 96 – 57
R = 39

b. Tentukan interval kelas yang diinginkan dan tentukan jumlah kelas.
Interval atau panjang kelas dapat 3, 5, atau 10, dsb. Pada masalah ini kita gunakan saja interval 10, maka jumlah kelasnya:
Jumlah kelas = Range : interval
Jumlah kelas = 39 : 10
Jumlah kelas = 3,9 ≅ 4 (dibulatkan menjadi 4 kelas)

c. Menentukan kelas.
Dalam menentukan kelas, diharapkan semua data yang ada dapat masuk keseluruhan. Data terkecil harus masuk pada kelas pertama, dan data terbesar dapat masuk pada kelas terakhir. Dari persoalan diatas, dapat dibuat interval – interval kelas sebagai berikut:
Kelas I: dimulai dengan data terkecil yaitu 57, karena interval kelas 10, maka:
Kelas II: dimulai dengan 67.
Kelas III: dimulai dengan 77.
Kelas IV: dimulai dengan 87.

d. hitung frekuensi pada masing – masing kelas.
Selanjutnya semua data pengamatan pada masing – masing kelas dihitung dengan menggunakan sistem Tally (tanda : ////). Frekuensi kelas adalah jumlah dari tanda yang diperoleh.


e. Sajikan tabel sesuai dengan banyak kelas dan frekuensinya masing-masing!


4. Diketahui data ukuran sepatu siswa kelas VII salah satu SMP Negeri di Malang adalah sebagai berikut:

Buatlah diagram batang dari data di atas!
Penyelesaian:
a. Dari hasil pengamatan, tabel tersebut ternyata jumlah siswa ada 30 orang.
b. Nomor sepatu paling besar adalah 42 dan nomor sepatu paling kecil adalah 34.
c. Agar bisa dibuat diagram batang, maka dihitung dulu berapa banyak siswa pada masing-masing ukuran sepatu sehingga diperoleh tabel sebagai berikut:

d. Dari tabel tersebut dapat dibuat diagram batang dengan sumbu x (mendatar) mengisi kategori ukuran sepatu, dan sumbu y (tegak) mengisi kategori banyak siswa, sebagai berikut:

5. Buatlah diagram batang dari tabel berikut!
Penyelesaian:
Dari tabel di atas dapat dibuat suatu diagram batang dengan sumbu x mengisi kategori kelas, kemudian sumbu y mengisi kategori banyak siswa (laki-laki dan perempuan). Karena banyak siswanya terdiri dari dua variabel (laki-laki dan perempuan), maka disetiap kelas akan dibuat dua batang (batang biru menandakan data untuk siswa laki-laki dan jingga untuk siswa perempuan), seperti di bawah ini:


Daftar Pustaka:
Anonim. 2016. Tabel Baris Kolom. https://baixardoc.com/documents/tabel-baris-kolom-5db9f2fb502f3. (10 Mei 2020)
As’ari, dkk. 2017. Matematika SMP/MTs Kelas VII Semester 2. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.



0 komentar:

Posting Komentar