Selasa, 12 Mei 2020

Penyajian Data (Bagian II)

 

B. Penyajian Data
3. Diagram Garis
Diagram garis adalah salah satu cara penyajian data pada statistika yang digunakan pada data yang berubah dalam waktu berkala atau berkesinambungan/kontinu.
Contoh data yang biasanya disajikan menggunakan diagram garis adalah:

  • jumlah penduduk,
  • hasil pertanian,
  • jumlah siswa.

Pada diagram garis, sumbu mendatar menunjukkan waktu pengamatan, sedangkan sumbu tegak menunjukkan nilai data pengamatan untuk suatu waktu tertentu. Dimana sumbu tegak dan sumbu datar dibagi menjadi beberapa skala bagian yang sama.

Gambaran Bentuk Diagram Garis:


4. Diagram Lingkaran
Diagram lingkaran adalah suatu cara penyajian data dengan menggunakan lingkaran. Bagian-bagian dari daerah lingkaran menunjukkan nilai atau persentase dari berbagai variabel data yang dibahas.
Dalam pembuatan diagram lingkaran kita harus menentukan besar persentase tiap objek terhadap keseluruhan data dan besar sudut pusat sektor lingkaran. Besar persentase atau sudut inilai yang akan menggambarkan besar nilai atau frekuensi dari suatu data tertentu.
Gambaran Bentuk Diagram Garis:


C. Contoh Soal
1. Buatlah diagram garis yang menggambarkan banyak siswa SMP dalam kurun waktu 2012 – 2015 sesuai tabel di bawah ini!

Penyelesaian:
a. Pada diagram garis yang akan kita buat, sumbu mendatar diisi dengan tahun pengamatan (2012 – 2015), sedangkan sumbu tegak menunjukkan nilai data pengamatan disetiap tahunnya.
Karena variabel jenis kelaminnya ada dua, maka garis yang akan dibuat juga akan ada dua buah, seperti di bawah ini:


2. Perhatikan diagram garis di bawah ini!

Buatlah tabel dari grafik diagram garis tersebut!

  • Pada bulan apa penjualan laptop dan komputer paling tinggi?
  • Pada bulan apakah penjualan laptop dan komputer mengalami kenaikan paling tinggi?
  • Pada bulan apakah laptop dan komputer terjual sama banyak?

Penyelesaian:

  • Buat tabel dari grafik diagram garis
Karena ada dua garis (biru untuk penjualan laptop dan merah untuk penjualan komputer) maka ada dua variabel pada bagian kolom. Sedangkan bagian barisnya berisi bulan perjualan. Maka bentuk tabelnya akan seperti gambar di bawah ini:

Data penjualan laptop dan komputer di setiap bulannya sesuai diagram garis di atas:

  1. Januari: laptop = 10, komputer = 12
  2. Februari: laptop = 15, komputer = 8
  3. Maret: laptop = 8, komputer = 18
  4. April: laptop = 12, komputer = 12
  5. Mei: laptop = 15, komputer = 10
  6. Juni: laptop = 18, komputer = 8
  7. Juli: laptop = 24, komputer = 20
  8. Agustus: laptop = 22, komputer = 22
  9. September: laptop = 15, komputer = 18
  10. Oktober: laptop = 16, komputer = 14
  11. November: laptop = 8, komputer = 10
  12. Desember: laptop = 6, komputer = 8


Isi tabel sesuai data yang sudah kalian kumpulkan di langkah kedua!




  • Pada bulan apa penjualan laptop dan komputer paling tinggi?
          Penyelesaian:
          Bulan Juli dan Agustus. Karena pada bulan Juli dan Agustus penjualan laptop dan komputer                mencapai 44 buah, dimana itu merupakan jumlah penjualan terbanyak.

  • Pada bulan apakah penjualan laptop dan komputer mengalami kenaikan paling tinggi?

          Penyelesaian:
          Bulan Juli karena pada bulan tersebut garis melengkung tinggi dari titik yang pada bulan                      sebelumnya.

  • Pada bulan apakah laptop dan komputer terjual sama banyak?

          Penyelesaian:
          Pada bulan April dan Agustus, karena pada kedua bulan itu, garis untuk laptop dan komputer              bertemu pada satu titik yang sama.

3. Hasil pengumpulan data tentang ukuran sepatu siswa  diperoleh data sebagai berikut.

Sajikan data di atas ke dalam bentuk diagram lingkaran!
Penyelesaian:

  • Untuk membagi lingkaran ke dalam 7 bagian, maka kita butuh mengetahui besaran sudut dan persentase untuk setiap bagian ukuran sepatu. Jumlah dari semua data adalah 24, maka:
























  • Setelah mendapatkan besar sudut dari setiap bagian, bagi satu lingkaran ke dalam 7 bagian sesuai besar sudut yang didapat.


4. Diketahui diagram lingkaran dari acara tv yang disukai, sebagai berikut:

Dalam suatu poling terhadap 1.000 pemirsa tentang acara yang paling disukai pada salah satu stasiun televisi didapatkan data yang disajikan dalam bentuk diagram lingkaran sebagi berikut. Berdasarkan diagram lingkaran tersebut:

  • Acara apakah yang paling banyak diminati pemirsa? Berapa banyak pemirsa yang meminatinya?
  • Acara apakah yang paling sedikit diminati pemirsa? Berapa banyak pemirsa yang meminatinya?
  • Berapa persen pemirsa yang meminati acara Olah Raga? Berapa banyak pemirsa yang meminatinya

Penyelesaian:

  • Acara apakah yang paling banyak diminati pemirsa? Berapa banyak pemirsa yang meminatinya?
Jawab:
Hitung terlebih dahulu persentase olahara untuk mengetahui acara mana yang memiliki persentase terbesar:
% Olahraga = 100 – (10 + 25 + 15 + 20 + 13)
% Olahraga = 17

Sehingga acara TV yang paling banyak diminati adalah acara TV yang memiliki persentase terbesar yaitu sinetron, dengan persentase 25%.
Diketahui banyak pemirsa TV = 1000, maka:
banyak pemirsa yang meminati sinetron = (25%)/(100%)×1000
banyak pemirsa yang meminati sinetron = 1/4×1000
banyak pemirsa yang meminati sinetron = 250


  • Acara apakah yang paling sedikit diminati pemirsa? Berapa banyak pemirsa yang meminatinya?

Jawab:
Acara TV yang paling sedikit diminati adalah acara TV yang memiliki persentase terkecil yaitu kuis, dengan persentase 10%.
Diketahui banyak pemirsa TV = 1000, maka:
banyak pemirsa yang meminati kuis = (10%)/(100%)×1000
banyak pemirsa yang meminati kuis = 1/10×1000
banyak pemirsa yang meminati kuis = 100


  • Berapa persen pemirsa yang meminati acara Olah Raga? Berapa banyak pemirsa yang meminatinya?

Jawab:
% Olahraga = 100 – (10 + 25 + 15 + 20 + 13)
% Olahraga = 17

Diketahui banyak pemirsa TV = 1000, maka:
banyak pemirsa yang meminati acara olahraga = (17%)/(100%)×1000
banyak pemirsa yang meminati acara olahraga = 170




Daftar Pustaka:
As’ari, dkk. 2017. Matematika SMP/MTs Kelas VII Semester 2. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.









Minggu, 10 Mei 2020

Penyajian Data (Bagian I)

A. Data
1. Pengertian Data
Data adalah kumpulan dari suatu datum. Dimana datum adalah keterangan atau informasi yang diperoleh dari suatu obyek/kejadian atau narasumber.

2. Macam-macam Data
Menurut As’ari, dkk. (2020) menuru cara pengumpulan data, data terbagi menjadi dua jenis, antara lain:
a. Data primer
Data primer adalah data yang didapat secara langsung dari sumbernya.
Contoh:

  • Data banyak anggota keluarga didapatkan dari salah satu anggota keluarga itu langsung.
  • Data mata pelajaran yang disukai didapatkan dari angket yang diisi oleh siswa sendiri.
  • Data tinggi badan didapatkan dengan pengukuran tinggi badan secara langsung.
  • Data skunder

b. Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung atau data yang bukan didapat dari sumber tapi dari pihak lain.
Contoh:

  • Data nilai kurs rupiah diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik).
  • Data banyaknya siswa SMP dalam satu kota/kabupaten diperoleh dari Dinas Pendidikan.
  • Data banyaknya penduduk pada satu desa diperoleh dari informasi di kelurahan setempat.

3. Pengumpulan Data
Menurut As’ari, dkk. (2020) ada tiga cara pengumpulan data seperti di bawah ini:
a. Wawancara (interview) : cara mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada narasumber.
Contoh :
Data tentang mata pelajaran yang disukai oleh siswa kelas VII.1 dan VII.2 dapat dikumpulkan dengan memberikan beberapa pertanyaan secara langsung kepada siswa kelas VII.1 dan VII.2.

b. Kuesioner (angket) : cara mengumpulkan data dengan memberikan beberapa daftar pertanyaan untuk dijawab secara langsung dan jujur oleh narasumber.
Contoh:
Data tentang acara televisi yang disukai dan tidak disukai pada jam tertentu oleh masyarakat di wilayah RT 5 dapat dikumpulkan dengan membuat angket berisi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan acara televisi yang disukai dan tidak disukai pada jam tertentu.

c. Observasi (pengamatan) : cara mengumpulkan data dengan mengamati suatu obyek atau kejadian.
Contoh:
Data tentang tinggi badan dan berat badan siswa dalam satu kelas dapat dikumpulkan dengan melakukan pengamatan dari kegiatan pengukuran tinggi dan berat badan masing-masing siswa dalam satu kelas.

B. Penyajian Data
1. Tabel
a. Tabel Baris Kolom
Tabel baris kolom adalah penyajian data dalam bentuk tabel dengan susunan baris dan kolom yang saling berhubungan. Sebenarnya tabel baris dan kolom terdiri dari tiga jenis, antara lain: tabel satu arah, tabel dua arah, dan tabel tiga arah. Pada pembelajaran kali ini kita hanya akan berfokus pada tabel satu arah.
Contoh tabel baris kolom:
Tabel 1. Penjualan Mobil Perusahaan X Periode Tahun 2014 – 2018


b. Tabel Kontingensi
Tabel Kontingensi adalah suatu bentuk tabel yang digunakan untuk data yang memiliki dua faktor atau dua variabel. Saat satu faktor terdiri dari b kategori dan lainnya terdiri atas k kategori, maka dapat dibuat suatu tabel kontingensi berukuran b x k dengan b menyatakan baris dan k menyatakan kolom.
Contoh Bentuk Tabel Kontingensi:


c. Tabel Distribusi Frekuensi
Tabel distribusi frekuensi adalah suatu tabel yang digunakan untuk menyajikan data yang dibagi ke dalam beberapa kelas / kelompok.
Contoh Bentuk Tabel Distribusi Frekuensi:

2. Diagram Batang
Diagram batang seringkali digunakan untuk menggambarkan perkembangan nilai suatu objek dalam kurun waktu tertentu. Data yang cocok disajikan dengan diagram ini adalah data yang variabelnya berbentuk kategori atau bisa juga berupa data tahunan.
Pada diagram batang terdapat sumbu datar yang menyatakan kategori atau waktu, dan sumbu tegak untuk menyatakan nilai data. Sumbu tegak maupun sumbu datar dibagi menjadi beberapa skala bagian yang sama.
Contoh Bentuk Diagram Batang:


C. Contoh Soal
1. Setelah dilakukan penilaian pada Hasil Evaluasi Tengah Semester Mata Pelajaran Matematika di kelas 7A. Diketahui siswa memperoleh beberapa nilai berbeda seperti yang terlihat pada data di bawah ini:

Sajikanlah data nilai Matematika kelas 7A ke dalam bentuk tabel kolom dan baris! Perlihatkan berapa banyak siswa yang mendapat nilai 70, 75, 80, 85, 90, 95, dan 100!
Penyelesaian:
a. Data terlebih dahulu berapa banyak siswa yang mendapatkan nilai 70, 75, 80, 85, 90, 95, dan 100!
70 : 3
75 : 6
80 : 7
85 : 9
90 : 8
95 : 4
100 : 3

b. Sajikan data yang sudah dibuat ke dalam tabel Nilai Matematika kelas 7A!


2. Diketahui data Nilai UN tertinggi di Kota X pada setiap pelajaran di tahun 2017 – 2019 adalah sebagai berikut:

  • Pada tahun 2017:

Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia adalah 90.
Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran Matematika adalah 91.
Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris adalah 87.
Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran IPA adalah 95.

  • Pada tahun 2018:

Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia adalah 93.
Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran Matematika adalah 92.
Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris adalah 89.
Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran IPA adalah 93.

  • Pada tahun 2019:

Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia adalah 92.
Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran Matematika adalah 95.
Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris adalah 89.
Nilai UN tertinggi pada Mata Pelajaran IPA adalah 92.

Sajikan data nilai UN tertinggi di Kota X pada setiap Mata Pelajaran itu ke dalam bentuk tabel kontingensi dengan mata pelajaran yang mengisi kategori kolom dan tahun yang mengisi kategori baris!
Penyelesaian:
a. Analisis terlebih dahulu ukuran tabel kontingensi yang ingin dibuat:

  • Karena diminta tabel kontingensi dengan mata pelajaran yang mengisi kategori kolom, maka banyak kolom dari tabel tersebut adalah 4 (Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, IPA).
  • Sedangkan kategori baris diisi oleh tahun, maka banyak baris dari tabel tersebut adalah 3 (2017, 2018, dan 2019).

b. Buat tabel sesuai dengan banyak baris dan kolom yang sudah dianalisis sebelumnya:


3. Jika diketahui data nilai ulangan harian dari 20 siswa adalah sebagai berikut.

Susunlah data tersebut dalam tabel distribusi frekuensi!
Penyelesaian:
a. Tentukan range dari data pengamatan, dan gunakan data terkecil sebagai sebagai batas bawah kelas pertama.
Range (R) = Data Terbesar – Data Terkecil
R = 96 – 57
R = 39

b. Tentukan interval kelas yang diinginkan dan tentukan jumlah kelas.
Interval atau panjang kelas dapat 3, 5, atau 10, dsb. Pada masalah ini kita gunakan saja interval 10, maka jumlah kelasnya:
Jumlah kelas = Range : interval
Jumlah kelas = 39 : 10
Jumlah kelas = 3,9 ≅ 4 (dibulatkan menjadi 4 kelas)

c. Menentukan kelas.
Dalam menentukan kelas, diharapkan semua data yang ada dapat masuk keseluruhan. Data terkecil harus masuk pada kelas pertama, dan data terbesar dapat masuk pada kelas terakhir. Dari persoalan diatas, dapat dibuat interval – interval kelas sebagai berikut:
Kelas I: dimulai dengan data terkecil yaitu 57, karena interval kelas 10, maka:
Kelas II: dimulai dengan 67.
Kelas III: dimulai dengan 77.
Kelas IV: dimulai dengan 87.

d. hitung frekuensi pada masing – masing kelas.
Selanjutnya semua data pengamatan pada masing – masing kelas dihitung dengan menggunakan sistem Tally (tanda : ////). Frekuensi kelas adalah jumlah dari tanda yang diperoleh.


e. Sajikan tabel sesuai dengan banyak kelas dan frekuensinya masing-masing!


4. Diketahui data ukuran sepatu siswa kelas VII salah satu SMP Negeri di Malang adalah sebagai berikut:

Buatlah diagram batang dari data di atas!
Penyelesaian:
a. Dari hasil pengamatan, tabel tersebut ternyata jumlah siswa ada 30 orang.
b. Nomor sepatu paling besar adalah 42 dan nomor sepatu paling kecil adalah 34.
c. Agar bisa dibuat diagram batang, maka dihitung dulu berapa banyak siswa pada masing-masing ukuran sepatu sehingga diperoleh tabel sebagai berikut:

d. Dari tabel tersebut dapat dibuat diagram batang dengan sumbu x (mendatar) mengisi kategori ukuran sepatu, dan sumbu y (tegak) mengisi kategori banyak siswa, sebagai berikut:

5. Buatlah diagram batang dari tabel berikut!
Penyelesaian:
Dari tabel di atas dapat dibuat suatu diagram batang dengan sumbu x mengisi kategori kelas, kemudian sumbu y mengisi kategori banyak siswa (laki-laki dan perempuan). Karena banyak siswanya terdiri dari dua variabel (laki-laki dan perempuan), maka disetiap kelas akan dibuat dua batang (batang biru menandakan data untuk siswa laki-laki dan jingga untuk siswa perempuan), seperti di bawah ini:


Daftar Pustaka:
Anonim. 2016. Tabel Baris Kolom. https://baixardoc.com/documents/tabel-baris-kolom-5db9f2fb502f3. (10 Mei 2020)
As’ari, dkk. 2017. Matematika SMP/MTs Kelas VII Semester 2. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.



Minggu, 03 Mei 2020

Covid - 19

(Permani, A.W. : 2020)

Saat ini Indonesia tengah di serang oleh suatu mikroba, makhluk Allah swt. yang berukuran kecil namun bisa meluluhlantakkan umat manusia di seluruh dunia. Efek yang dirasakan sangatlah banyak, bisa kalian lihat beberapa toko atau tempat-tempat umum harus di tutup untuk menegakkan kebijakan Social Distancing. Tak hanya itu kegiatan belajar kita juga saat ini berefek jadi harus berjalan dari rumah dengan memanfaatkan gadget. Bahkan di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini ibadah kita juga harus tertahan dengan tidak bisa Sholat Jumat dan Tarawih di masjid.
Tapi tahukah kalian sebenarnya apa yang terjadi saat ini? Apa itu Covid-19? Yuk kenali Covid – 19 dengan 5W + 1H!

1. What
Apa itu Covid – 19?
Covid – 19 adalah suatu gangguan ringan pada sistem pernapasan yang disebabkan oleh serangan severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS – CoV – 2) atau yang sering kita dengar dengan nama virus corona.
Virus Corona adalah virus jenis baru yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang semua tingkatan umur, mulai dari: bayi, anak-anak, remaja, dewasa, ataupun lansia. Meskipun efek samping penyerangan virus ini lebih beresiko pada kalangan lansia, namun kalian bisa saja menjadi carrier (pembawa) virus ini yang kemungkinan bisa menyerangan siapapun disekitar kalian, seperti: nenek, kakek, bibi, paman, orang tua, atau bahkan adik kalian. Mau tidak jadi penyebab orang lain terkena virus ini? Jangan mau ya!

2. Where
Dimana Kasus Covid-19 Pertama Kali Muncul?
Kasus Covid-19 muncul pertama kali di kota Wuhan, China pada akhir bulan Desember 2019.  Virus ini memiliki frekuensi kecepatan penyebaran yang amat cepat, hampir semua negara di dunia ini sudah terkena dampak dari penyebaran virus ini. Menurut data rekapan dari Wikipedia, sekitar 3,46 juta umat manusia di seluruh dunia sudah terkonfirmasi positif Covid-19 dengan 11,1 juta pasien sembuh dan 245 ribu meninggal dunia. Bisa kalian bayangkan betapa membahayakannya virus ini, jadi #stayathome!

3. Who
Siapa/apa yang menyebabkan Covid-19?
Menurut World Health Organization (2019):
Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan menyebabkan penyakit COVID-19.

4. How
Bagaimana ciri-ciri pasien yang positif Covid-19?
1. Gejala umum:

  • demam (suhu di atas  38 derajat celcius);
  • mudah merasa lelah;
  • batuk kering;
  • sesak nafas.

2. Gejala yang mungkin muncul pada beberapa pasien:

  • rasa nyeri dan sakit;
  • hidung tersumbat;
  • pilek;
  • sakit tenggorokan, atau;
  • diare.

Gejala tersebut biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Namun ada juga beberapa pasien positif Covid-19 yang tidak menunjukkan gejala apa pun dan tetap merasa sehat.

Bagaimana Cara Penyebaran Virus Corona?
1. Sentuhan
Menyentuh benda atau permukaan benda yang terkena percikan batuk atau nafas dari pasien positif Covid-19 lalu menyentuh mata, hidung atau mulutnya, maka virus tersebut dapat menular dan orang yang bersangkutan dapat terjangkit COVID-19.

2. Menghirup Percikan
Menghirup langsung percikan yang keluar dari batuk atau napas orang yang terjangkit COVID-19, sehingga penting saat ini untuk menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang yang sakit.
(World Health Organization : 2019)

Bagaimana Antisipasi yang Harus Dilakukan?

  1. Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.
  2. Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian, termasuk saat pergi berbelanja bahan makanan.
  3. Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
  4. Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  5. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
  6. Hindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  7. Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  8. Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah.

(Pane, M.D.C : 2020)

5. Why
Mengapa harus rajin mencuci tangan dan menggunakan masker?
Penyebaran virus covid-19 terjadi karena adanya kontak fisik dengan virus corona. Dan pengantar terbaik dari virus tersebut untuk masuk ke dalam tubuh adalah melalui sentuhan yang umumnya dilakukan dengan tangan. Virus corona adalah mikroba berukuran kecil yang tak bisa dilihat dengan mata secara langsung dan karena tak terlihat itulah kita tidah bisa mengetahui dimana keberadaannya. Bisa saja disekeliling mu saat ini tengah ada virus ini yang mengintai secara diam-diam.
Dan karena virus ini bisa dibunuh dengan rutin menggunakan sabun atau hand sanitizer sehingga dari untuk memperkecil kemungkinan adanya virus ini di tangan kita, kita harus rajin mencuci tangan. Terutama setelah menyentuh suatu benda atau sebelum makan. Tak hanya itu untuk memperkecil kemungkinan masuknya virus yang berasal dari orang-orang sekitar melalui penghirupan percikan batuk atau bersin, maka dianjurkan untuk menggunakan masker.

6. When
Kapan kita harus konsultasi ke dokter?
1. Muncul gejala setelah berpergian
Jika dalam 2 minggu terakhir Anda berada di daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau kontak dengan penderita COVID-19 dan muncul gejala seperti yang disebutkan di atas, maka lakukan isolasi mandiri (diam di dalam suatu ruangan tanpa berkontak langsung dengan siapapun).

2. Tidak muncul gejala
Jika tidak muncul gejala, tidak perlu memeriksakan diri ke rumah sakit, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain.
Bila selama perawatan di rumah muncul gejala, baru lakukan isolasi mandiri dan tanyakan kepada dokter melalui telepon atau aplikasi mengenai tindakan apa yang perlu dilakukan dan obat apa yang perlu Anda konsumsi.

3. Memerlukan pemeriksaan langsung oleh dokter
Jangan langsung ke rumah sakit karena itu akan meningkatkan risiko Anda tertular atau menularkan virus Corona ke orang lain. Kamu bisa membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit dengan menghubungi pihak rumah sakit via telepon sehingga bisa dilakukan penjemputan oleh pihak yang berkompeten dengan perlengkapan yang memadai.



Daftar Pustaka
Pane, M.D.C. (2020). Virus Corona (Covid-19). https://www.alodokter.com/virus-corona. Diakses pada 4 Mei 2020.
Permani, A.W. (2020). Kasus Pertama, Satu Warga Ngawi Terkonfirmasi Positiv Covid-19https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2020/kasus-pertama-satu-warga-ngawi-terkonfirmasi-positif-covid-19/. Diakes pada 4 Mei 2020.
World Health Organization. (2019). QA for Public: Pertanyaan dan Jawaban Terkait Coronavirus. https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa-for-public. Diakses pada 4 Mei 2020.